Selasa, 25 November 2014

Management Badan Usaha Koperasi

Koperasi sebagai lembaga ekonomi yang dibentuk dari, oleh dan untuk anggota diharapkan dapat memberikan peluang pengembangan usaha para anggota pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya didalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial, sebagaimana dimaksud pasal 4 Undang-Undang nomor 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, bahwa fungsi dan peran koperasi adalah:
  • Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial.
  • Berperan serta aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
  • Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian dengan koperasi sebagai sokogurunya.
  • Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
Koperasi sebagai organisasi ekonomi yang bersifat distinct (memiliki ciri yang khas), dengan {{corporate philosophy, corporate culture}} praktek bisnis koperasi harus dapat mempresentasikan nilai-nilai yang mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan pasar yang kompetitif.

Nilai yang melekat pada organisasi dan manajemen koperasi adalah kemampuan untuk menolong diri sendiri, pengelolaan secara demokratis, berkeadilan dan solidaritas, dengan nilai-nilai tersebut mengisyaratkan bahwa koperasi sebagai organisasi yang berkemampuan untuk menolong diri sendiri (selfhelp organization) harus memiliki tujuan ekonomi yang jelas dan manajemen kebersamaan (Joint management)yang profesional, sehingga koperasi dapat menempatkan fungsi dan perannya sebagai lembaga ekonomi yang strategis dalam menumbuhkembangkan potensi ekonomi rakyat, karena koperasi adalah badan usaha yang berkaitan dengan kehidupan dan perekonomian dari sebagian besar rakyat yang tersebar diseluruh daerah, kota dan desa di Indonesia yang meliputi hampir seluruh jenis lapangan usaha yang ada.

Koperasi sebagai salah satu tiang penyangga perekonomian nasional selain Badan Usaha Milik Negara (BUMN/D). Maka koperasi sebagai badan usaha dan sekaligus lembaga ekonomi yang mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang memiliki nilai jati diri yang berbeda dengan organisasi ekonomi lainnya, maka koperasi diharapkan juga mmapu berperan aktif sebagai lembaga yang dapat melaksanakan fungsi-fungsi sosialnya.

Untuk itu koperasi sebagai lembaga ekonomi yang bergerak dibidang sektor riil dan informasi dituntut dapat berkiprah didalam aneka usaha bisnisnya secara profesional dalam bingkai yang rasional sehingga koperasi diharapkan tetap eksis, karena kehadirannya sangat memberi arti bagi anggota dan masyarakat umum disekitarnya karena tumbuh dan berakar pada masyarakat.

Tujuan utama koperasi berfokus pada peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat, hal ini jelas terlihat pada pasal 3 Undang-Undang nomor 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, menyebutkan bahwa koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Tidak terlepas dari azas ekonomi, dimana koperasi dituntut selain sebagai lembaga usaha yang harus mencari keuntungan sebagaimana lembaga usaha lainnya, maka koperasi sebagaimana jati dirinya juga harus mengedepankan. Untuk itu koperasi harus mampu memainkan perannya sebagai lembaga ekonomi yang sekaligus sebagai lembaga sosial baik dikalangan organisasinya maupun terhadap lingkungan masyarakat sekitarnya, dengan menjadikan koperasi sebagai lembaga yang mempunyai peran multi fungsi pelayanan dalam rangka peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat turut dalam membangun tatanan perekonomian nasional.

Sebagaimana organisasi ekonomi yang dibentuk dari, oleh dan para anggotanya, maka organisasi koperasi harus mampu mempresentasikan aktivitas ekonomi kepentingan para anggotanya. Dilain hal koperasi harus dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. Koperasi tidak hanya berperan sebagai lembaga usaha anggotanya, akan tetapi lebih dari itu koperasi harus dapat menjadi wadah dalam melaksanakan fungsi sosialnya.

Untuk dapat menumbuhkembangkan koperasi sebagai lembaga ekonomi sebagaimana lembaga ekonomi dan lembaga keuangan lain yang berorientasi pada profit motif namun tetap berwatak sosial, maka pembinaan dan pemberdayaan koperasi tidak ada cara lain, yaitu dengan upaya peningkatan pelayanan koperasi, sehingga koperasi benar-benar dapat berperan sebagaimana tujuannya didalam peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota dan masyarakat dalam kerangka tatanan ekonomi kerakyatan.

Di Kalimantan Selatan menurut sumber Dinas Koperasi dan UKM data tahun 2008 terdapat sebanyak 2.134 unit koperasi yang didukung oleh anggota 2.99.269 orang, dengan modal sendiri kurang lebih 178.179.000.000 rupiah, dan modal luar 332.842.000.000 rupiah dan dengan tinmgkat volume usaha sebesar 587.489.000.000 rupiah, tentunya ini memiliki potensi yang sangat besar dalam turut serta mendukung dan berperan dalam pengembangan dan pembangunan ekonomi di Kalimantan Selatan.
Hal yang menjadi kendala utama dalam menjadikan koperasi sebagai lembaga multi fungsi adalah masalah partisipasi (dukungan) anggota dan citra masyarakat didalam memajukan koperasi, sehingga berakibat kurangnya kinerja koperasi sebagai badan usaha yang berazaskan gotong royong dengan mengedepankan unsur sosial. Untuk alasan inilah, maka unsur partisipasi dan pengambilan citra koperasi merupakan uji konparatif, yaitu suatu koperasi mungkin saja sukses dalam persaingan usaha, namun memberikan kinerja pelayanan yang rendah bagi anggotanya dan bahkan tidak mempunyai unsur sosial bagi anggota masyarakat sekitar.

Dengan pertumbuhan koperasi yang berkualitas maka diyakini koperasi akan mampu menopang pertumbuhan perekonomian daerah, nasional ditengah arus putaran perekonomian global dan juga mampu menciptakan daya saing tinggi melalui produk dan jasa yang dihasilkan, walaupun kebutuhan sarana kerja yang efektif dan efesien serta system jaringan melalui komputerisasi mutlak diperlukan untuk mendukung menciptakan daya saing koperasi baik ditingkat daerah maupun tingkat nasional.

Pengertian Manajemen dan Koperasi Perangkat Koperasi

Definisi Paul Hurbert Casselman dalam bukunya berjudul " The Cooperative Movement and some of its Problems" yang mengatakan bahwa : "Cooperation is an economic system with social content"/
Artinya koperasi harus bekerja menurut prinsip-prinsip ekonomi dengan melandaskan pada azas-azas koperasi yang mengandung unsur-unsur sosial di dalamnya.

Unsur sosial yang terkandung dalam prinsip koperasi lebih menekankan kepada hubungan antar anggota, hubungan anggota dengan pengurus, tentang hak suara,cara pembagian dari sisa hasil usaha dan sebagainya seperti yang dapat kita lihat dalam :

  • Kesamaan derajat yang diwujudkan dalam "one man one vote" dan "no voting by proxy"
  • Kesukarelaan dalam keanggotaan
  • Menolong diri sendiri(self help)
  • Persaudaraan kekeluargaan (fraternity and unity)
  • Demokrasi yang terlihat dan diwujudkan dalam cara pengelolaan dan pengawasan yang dilakukan oleh anggota
  • Pembagian sisa hasil usaha proporsional dengan jasa-jasanya
Definisi Manajemen menurut Stoner adalah suatu proses perencanaan, pengoraganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumberdaya-sumberdaya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Menurut Prof.Ewell Paul Roy, Ph.D mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkanb 4 unsur (perangkat ) yaitu :

  • Anggota
  • Pengurus
  • Manajer
  • Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan

Sedangkan menurut UU No. 25/1992 yang termasuk Perangkat Organisasi Koperasi adalah :

  • Rapat Anggota
  • Pengurus
  • Pengawas
  • Rapat Anggota
  • Koperasi merupakan kumpulan orang atau badan hukum koperasi
  • Koperasi dimiliki oleh anggota, dijalankan oleh anggota dan bekerja untuk kesejahteraan anggota dan masyarakat
  • Rapat anggota adalah tempat dimana suara-suara anggota berkumpul dan hanya diadakan pada waktu-waktu tertentu.
  • Setiap anggota koperasi mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Seorang anggota berhak menghadiri rapat anggota dan memberikan suara dalam rapat anggota serta mengemukakan pendapat dan saran kepada pengurus baik di luar maupun di dalam rapat anggota. Anggota juga harus ikiut serta mengadakan pengawasan atas jalannya organisasi dan usaha koperasi.
  • Anggota secara keseluruhan menjalankan manajemen dalam suatu rapat anggota dengan menetapkan :
  • Anggaran dasar
  • Kebijaksanaan umum serta pelaksanaan keputusan koperasi
  • Pemilihan pengangkatan /pemberhentian pengurus dan pengawas
  • Rencana kerja, pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya
  • Pembagian SHu
  • Penggabungan ,peleburan, oembagian,dan pembubaran kopersi.
  • Pengurus Koperasi
  • Pengurus Koperasi adalah orang-orang yang bekerja di garis depan,mereka adalah otak dari gerakan koperasi dan merupakan salah satu faktor yang menentukan berhasil tidaknya suatu koperasi
Tingkat stabilitas dalam CC ditentukan oleh sifat anggota dalam soal motivasi,kebutuhan bergabung dan lain-lain

Jumat, 24 Oktober 2014

Bentuk - Bentuk Badan Usaha

Bentuk-bentuk perusahaan yang umum digunakan para pelaku bisnis di Indonesia adalah:
1) Perusahaan Perorangan (U.D.)
2) Firma (Fa)
3) Perseroan Komanditer (C.V.)
4) Perseroan Terbatas (P.T.)


1. PERUSAHAAN PERORANGAN (U.D.)

   Dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan. Tidak ada pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan.

         Kebaikan :
  • Pemilik bebas mengambil keputusan
  • Seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan
  • Rahasia perusahaan terjamin
  • Pemilik lebih giat berusaha
        Keburukan :
  • Tanggungjawab pemilik tidak terbatas
  • Sumber keuangan perusahaan terbatas
  • Kelangsungan hidup perusahaan kurang terjamin
  • Seluruh aktivitas manajemen dilakukan sendiri, sehingga pengelolaan manajemen menjadi kompleks
2.  FIRMA (Fa)

    Persekutuan antara dua orang atau lebih dengan bersama untuk melaksanakan usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan tanggungjawab masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung bersama.

          Kebaikan :
  • Kemampuan manajemen lebih besar, karena ada pembagian kerja diantara para anggota
  • Pendiriannya relatif mudah, baik dengan Akta atau tidak memerlukan Akta Pendirian
  • Kebutuhan modal lebih mudah terpenuhi
        Keburukan :
  • Tanggungjawab pemilik tidak terbatas
  • Kerugian yang disebabkan oleh seorang anggota, harus ditangung bersama anggota lainnya
  • Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu

3.  PERSEROAN KOMANDITER (C.V.)

     Bentuk Badan Usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Namun tidak semua bidang usaha dapat dijalankan Perseroan Komanditer (CV), hal ini mengingat adanya beberapa bidang usaha tertentu yang diatur secara khusus dan hanya dapat dilakukan oleh badan usaha Perseroan Terbatas (PT).
    Perseroan Komanditer adalah bentuk perjanjian kerjasama berusaha bersama antara 2 (dua) orang atau lebih, dengan AKTA OTENTIK sebagai AKTA PENDIRIAN yang dibuat dihadapan NOTARIS yang berwenang.
   Para pendiri perseroan komanditer terdiri dari PESERO AKTIF dan PERSERO PASIF yang membedakan adalah tanggungjawabnya dalam perseroan.
Persero Aktif yaitu orang yang aktif menjalankan dan mengelola perusahaan termasuk bertanggung jawab secara penuh atas kekayaan pribadinya.
Persero Pasif yaitu orang yang hanya bertanggung jawab sebatas uang yang disetor saja kedalam perusahaan tanpa melibatkan harta dan kekayaan peribadinya.

Kebaikan :
  •  Kemampuan manajemen lebih besar
  • Proses pendirianya relatif mudah
  • Modal yang dikumpulkan bisa lebih besar
  • Mudah memperoleh kredit
Keburukan :
  •  Sebagian sekutu yang menjadi Persero Aktif memiliki tanggung tidak terbatas
  • Sulit menarik kembali modal
  • Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu

4.  PERSEROAN TERBATAS (P.T.)

       Bentuk badan usaha PT adalah bentuk perusahaan yang paling populer dalam bisnis dan paling banyak digunakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usaha diberbagai bidang. Selain memiliki landasan hukum yang jelas seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 2007 Perubahan atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang PERSEROAN TERBATAS bentuk PT ini juga dirasakan lebih menjaga keamanan para pemegang saham/pemilik modal dalam berusaha.
Sama halnya dengan CV pendirian PT juga dilakukan minimal oleh 2 (dua) orang atau lebih, karena sistem hukum di Indonesia menganggap dasar dari perseroan terbatas adalah suatu perjanjian maka pemegang saham dari perseroan terbatas pun minimal haruslah berjumlah 2 (dua) orang, dengan jumlah modal dasar minimum Rp. 20.000.000,-, (Rp.50.000.000,- pada UUPT no.40/2007 atas perubahan UUPT no. 1/1995) sedangkan untuk bidang usaha tertentu jumlah modal dapat berbeda seperti yang ditentukan serta berlaku aturan khusus yang mengatur tentang bidang usaha tersebut.

Berdasarkan Jenis Perseroan, maka Perseroan Terbatas (PT) dibagi menjadi :

PT-Non Fasilitas Umum atau PT. Biasa
PT-Fasilitas PMA
PT-Fasilitas PMDN
PT-Persero BUMN
PT-Perbankan
PT-Lembaga Keuangan Non Perbankan
PT-Usaha Khusus
Berdasarkan penanaman modalnya jenis perseroan terbatas dibagi menjadi :
    v Perseroan Terbatas dalam rangka rangka Penanaman Modal Asing (PT-PMA)
    v Perseroan Terbatas dalam rangka Penanaman Modal Dalam Negeri (PT-PMDN)
    v Perseroan Terbatas yang modalnya dimiliki oleh Warga Negara Indonesia/Badan Hukum Indonesia              (PT-SWASTA NASIONAL)
    v PT-Perseron BUMN
    v Perseroan Terbatas yang telah go public (PT-Go Public) yaitu perseroan yang sebagian modalnya telah         dimiliki Publik dengan jalan membeli saham lewat pasar modal (Capital Market) melalui bursa-bursa             saham.

Walaupun populer dalam kegiatan bisnis bentuk PT pun memiliki kebaikan dan keburukan antara lain :

Kebaikan :
  • Pemegang saham bertanggungjawab terbatas terhadap hutang-hutang perusahaan
  • Mudah mendapatkan tambahan dana/modal misalnya dengan mengeluarkan saham baru
  • Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. Terdapat efesiensi pengelolaan sumber dana dan efesiensi pimpinan, karena pimpinan dapat diganti sewaktu-waktu melalui Rapat Umum Pemegang Saham Kepengurusan perseroan memiliki tanggung jawab yang jelas kepada pemilik atau pemegang saham. Diatur dengan jelas oleh undang-undang perseroan terbatas serta peraturan lain yang mengikat dan melindungi kegiatan perusahaan.
Keburukan :

  • Merupakan subjek pajak tersendiri dan deviden yang diterima pemegang saham akan dikenakan pajak
  • Kurang terjamin rahasia perusahaan, karena semua kegiatan harus dilaporkan kepada pemegang saham
  • Proses pendiriannya membutuhkan waktu lebih lama dan biaya yang lebih besar dari CV
  •  Proses Pembubaran, Perubahan Anggaran Dasar, Penggabungan dan Pengambilalihan perseroan membutuhkan waktu dan biaya serta persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

5.  Perseroan Terbatas

     Perseroan Terbatas (PT), dulu disebut juga Naamloze Vennootschaap (NV), adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari Saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya. Karena modalnya terdiri dari saham-saham yang dapat diperjualbelikan, perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan.
Perseroan terbatas merupakan Badan Usaha dan besarnya modal perseroan tercantum dalam anggaran dasar. Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi pemilik perusahaan sehingga memiliki harta kekayaan sendiri. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu sebanyak saham yang dimiliki. Apabila Utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapat keuntungan maka keuntungan tersebut dibagikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Pemilik saham akan memperoleh bagian keuntungan yang disebut Dividen yang besarnya tergantung pada besar-kecilnya keuntungan yang diperoleh perseroan terbatas.
Selain berasal dari Saham, modal PT dapat pula berasal dari Obligasi. Keuntungan yang diperoleh para pemilik obligasi adalah mereka mendapatkan Bunga tetap tanpa menghiraukan untung atau ruginya perseroan terbatas tersebut.

-Mekanisme Pendirian PT
         
Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan Terbatas, Modal, bidang usaha, alamat Perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

1) Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan
2) Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang
3) Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40 Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas). Setelah mendapat pengesahan, dahulu sebelum adanya UU mengenai Perseroan Terbatas (UU No. 1 tahun 1995) Perseroan Terbatas harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat, tetapi setelah berlakunya UU NO. 1 tahun 1995 tersebut, maka akta pendirian tersebut harus didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Perusahaan (sesuai UU Wajib Daftar Perusahaan tahun 1982) (dengan kata lain tidak perlu lagi didaftarkan ke Pengadilan negeri, dan perkembangan tetapi selanjutnya sesuai UU No. 40 tahun 2007, kewajiban pendaftaran di Kantor Pendaftaran Perusahaan tersebut ditiadakan juga. Sedangkan tahapan pengumuman dalam Berita Negara Republik Indonesia ( BNRI ) tetap berlaku, hanya yang pada saat UU No. 1 tahun 1995 berlaku pengumuman tersebut merupakan kewajiban Direksi PT yang bersangkutan tetapi sesuai dengan UU NO. 40 tahun 2007 diubah menjadi merupakan kewenangan/kewajiban Menteri Hukum dan HAM.
Setelah tahap tersebut dilalui maka perseroan telah sah sebagai badan hukum dan perseroan terbatas menjadi dirinya sendiri serta dapat melakukan perjanjian-perjanjian dan Kekayaan perseroan terpisah dari kekayaan pemiliknya. Modal dasar perseroan adalah jumlah modal yang dicantumkan dalam akta pendirian sampai jumlah maksimal bila seluruh Saham dikeluarkan. Selain modal dasar, dalam perseroan terbatas juga terdapat modal yang ditempatkan, modal yang disetorkan dan modal bayar. Modal yang ditempatkan merupakan jumlah yang disanggupi untuk dimasukkan, yang pada waktu pendiriannya merupakan jumlah yang disertakan oleh para persero Pendiri. Modal yang disetor merupakan modal yang dimasukkan dalam perusahaan. Modal bayar merupakan modal yang diwujudkan dalam jumlah Uang.
Pembagian perseroan terbatas

PT terbuka

Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public). Jadi sahamnya ditawarkan kepada umum, diperjualbelikan melalui bursa saham dan setiap orang berhak untuk membeli saham perusahaan tersebut.

PT tertutup

Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau kalangan terbatas dan tidak dijual kepada umum.

PT kosong

Perseroan terbatas kosong adalah perseroan terbatas yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.

Pembagian Wewenang Dalam PT

Dalam perseroan terbatas selain kekayaan perusahaan dan kekayaan pemilik modal terpisah juga ada pemisahan antara pemilik perusahaan dan pengelola perusahaan. Pengelolaan perusahaan dapat diserahkan kepada tenaga-tenaga ahli dalam bidangnya Profesional. Struktur organisasi perseroan terbatas terdiri dari pemegang saham, direksi, dan komisaris.Dalam PT, para pemegang saham melimpahkan wewenangnya kepada direksi untuk menjalankan dan mengembangkan perusahaan sesuai dengan tujuan dan bidang usaha perusahaan. Dalam kaitan dengan tugas tersebut, direksi berwenang untuk mewakili Perusahaan, mengadakan perjanjian dan kontrak, dan sebagainya. Apabila terjadi kerugian yang amat besar ( diatas 50 % ) maka direksi harus melaporkannya ke para pemegang Saham dan pihak ketiga, untuk kemudian dirapatkan.
Komisaris memiliki Fungsi sebagai Pengawas kinerja jajaran direksi perusahaan. Komisaris bisa memeriksa pembukuan, menegur direksi, memberi petunjuk, bahkan bila perlu memberhentikan direksi dengan menyelenggarakan RUPS untuk mengambil keputusan apakah direksi akan diberhentikan atau tidak.
Dalam RUPS/Rapat Umum Pemegang Saham, semua pemegang saham sebesar/sekecil apapun sahamnya memiliki hak untuk mengeluarkan suaranya. Dalam RUPS sendiri dibahas masalah-masalah yang berkaitan dengan evaluasi kinerja dan kebijakan perusahaan yang harus dilaksanakan segera. Bila pemegang saham berhalangan, dia bisa melempar Suara miliknya ke pemegang lain yang disebut Proxy Hasil RUPS biasanya dilimpahkan ke komisaris untuk diteruskan ke direksi untuk dijalankan.
Isi RUPS :
1) Menentukan direksi dan pengangkatan komisaris
2) Memberhentikan direksi atau komisaris
3) Menetapkan besar Gaji direksi dan komisaris
4) Mengevaluasi Kinerja perusahaan
5) Memutuskan rencana Penambahan /Pengurangan saham perusahaan
6) Menentukan kebijakan Perusahaan
7) Mengumumkan pembagian laba ( dividen )

Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas

Keuntungan utama membentuk perusahaan perseroan terbatas adalah:
1) Kewajiban terbatas. Tidak seperti partnership, pemegang Saham sebuah perusahaan tidak memiliki kewajiban untuk obligasi dan hutang perusahaan. Akibatnya kehilangan potensial yang “terbatas” tidak dapat melebihi dari jumlah yang mereka bayarkan terhadap saham. Tidak hanya ini mengijinkan perusahaan untuk melaksanakan dalam usaha yang beresiko, tetapi kewajiban terbatas juga membentuk dasar untuk perdagangan di saham perusahaan.
2) Masa hidup abadi. Aset dan struktur perusahaan dapat melewati masa hidup dari pemegang sahamnya, pejabat atau direktur. Ini menyebabkan stabilitas Modal (ekonomi), yang dapat menjadi Investasi dalam proyek yang lebih besar dan dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada aset perusahaan tetap dapat menjadi subyek disolusi dan penyebaran. Kelebihan ini juga sangat penting dalam periode pertengahan, ketika Tanah disumbangkan kepada Gereja (sebuah perusahaan) yang tidak akan mengumpulkan biaya Feudal yang seorang tuan tanah dapat mengklaim ketika pemilik tanah meninggal. Untuk hal ini, lihat Statute of Mortmain
3) Efisiensi manajemen. Manajemen dan spesialisasi memungkinkan pengelolaan modal yang efisien sehingga memungkinkan untuk melakukan Ekspansi. Dan dengan menempatkan orang yang tepat, efisiensi maksimum dari modal yang ada. Dan juga adanya pemisahan antara pengelola dan pemilik perusahaan, sehingga terlihat tugas Pokok dan fungsi masing-masing.
Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas
Kerumitan perizinan dan organisasi. Untuk mendirikan sebuah PT tidaklah mudah. Selain biayanya yang tidak sedikit, PT juga membutuhkan Akta Notaris dan izin khusus untuk usaha tertentu. Lalu dengan besarnya perusahaan tersebut, biaya pengorganisasian akan keluar sangat besar. Belum lagi kerumitan dan kendala yang terjadi dalam tingkat personel. Hubungan antar perorangan juga lebih formal dan berkesan kaku.


6.  Koperasi

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional.
Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsipprinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.

Prinsip Koperasi

Di dalam Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi.

Berikut ini beberapa prinsip koperasi:

v Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
v Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
v Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
v Modal diberi balas jasa secara terbatas.
v Koperasi bersifat mandiri.


Fungsi dan Peran Koperasi

Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran koperasi di Indonesia seperti berikut ini:
1) Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. Melalui koperasi, potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya.
2) Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.
3) Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia, koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya, maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik.


Manfaat Koperasi

Berdasarkan fungsi dan peran koperasi, maka manfaat koperasi dapat dibagi menjadi dua bidang, yaitu manfaat koperasi di bidang ekonomi dan manfaat koperasi di bidang sosial.
Manfaat Koperasi di Bidang Ekonomi

Berikut ini beberapa manfaat koperasi di bidang ekonomi.
a) Meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya. Sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi dibagikan kembali kepada para anggotanya sesuai dengan jasa dan aktivitasnya.
b) Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah. Barang dan jasa yang ditawarkan oleh koperasi lebih murah dari yang ditawarkan di toko-toko. Hal ini bertujuan agar barang dan jasa mampu dibeli para anggota koperasi yang kurang mampu.
c) Menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan. Kegiatan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi melayani dengan baik keperluan anggotanya.
d) Menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan koperasi. Setiap anggota berhak menjadi pengurus koperasi dan berhak mengetahui laporan keuangan koperasi.
e) Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara lebih efektif dan membiasakan untuk hidup hemat.
f) Manfaat Koperasi di Bidang Sosial
Di bidang sosial, koperasi mempunyai beberapa manfaat berikut ini:
a. Mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram.
b. Mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi yang dibangun tidak di atas hubungan-hubungan kebendaan tetapi di atas rasa kekeluargaan.
c. Mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerja sama dan semangat kekeluargaan.


sumber : http://putrijulaiha.wordpress.com/2012/04/14/bentuk-bentuk-badan-usaha/

Minggu, 05 Oktober 2014

Melihat, Membaca dan Memanfaatkan Peluang Pasar

Peluang pasar itu sendiri adalah Suatu kebutuhan pembeli atau biasa kita sebut dengan konsumen dimana perusahaan harus bisa beroperasi dengan memproduksi barang/jasa yang menguntungkan bagi perusahaan tersebut dengan menjual hasil produksinya kepada para konsumen.


MELIHAT PELUANG PASAR PEREKONOMIAN

Melihat peluang pasar bisa diartikan seperti seorang anak kecil yang mulai untuk mempelajari hal yang baru. Sebelum ia bisa belajar untuk membaca, hal yang pertama kali akan ia lakukan adalah melihat. Dalam membaca peluang pasar, maksud dari melihat disini adalah kita melihat : Apa yang menjadi masalah dari fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita? Siapa yang mengalami masalah tersebut? Bagaimana kita bisa meningkatkan peluang pasar di masyarakat? Kemudian kita cari celah agar kita dapat menembus peluang di dalam celah-celah kecil tersebut.  Ketelitian dalam hal melihat masalah dan membaca peluang pasar perekonomian disini sangat diperlukan, karena semakin kita teliti melihat peluang dan semakin tipis selisih dari besarnya masalah yang terjadi dengan kemampuan kita untuk menutup atau mengatasi masalah tersebut akan menentukan kesuksesan dalam membaca peluang pasar perekonomian yang terjadi saat ini.

Contoh seseorang dalam melihat peluang  bisnis :

Kalau kita bicara mengenai seluler itu ibarat kebutuhan hidup hanya setingkat di bawah beras. Ada orang yang sanggup tak bersabun ketika mandi, tapi jelas sulit tidur ketika pulsa di handphone mereka habis. Memang demikianlah kondisi sekarang. Tanpa seluler orang hidup seperti tanpa denyut jantung, separuh jiwanya menghilang, hidupnya begitu hampa dan begitu banyak ungkapan seseorang ketika semua kegiatan dilakukan tanpa harus menggunakan telephone genggam dalam kesehariannya. Karena hampir semua aktivitas melibatkan teknologi satu ini.

”Melihat kebutuhan masyarakat itu makanya saya berani buka usaha seluler,” kata Pak Ade. Sebelumnya Pak Ade merintis usaha kecil-kecilannya di daerah Depok. Nama “Puser Cell” Di tokonya tersebut Pak Ade membuka

Apa yang di inginkan pelanggan bisa terpenuhi dan dilakukan di toko kecil yang dirintisnya kini, terutama menyangkut masalah pemrograman. Di toko Pak Ade sendiri untuk saat ini, “seluler dengan tipe smartphone semacam BlackBerry (BB), Android, maupun tablet sangat diminati. Itu bagi kalangan menengah ke atas, sangat laris. Untuk kalangan bawah produk handpone China masih sangat laris” katanya. Untuk  masalah penjualan, dia selalu melakukan peningkatan setiap tahunnya.


MEMBACA PELUANG PASAR PEREKONOMIAN

Membaca peluang pasar merupakan hal yang esensial yang wajib hukumnya bagi seorang pengusaha. Membaca peluang pasar tidak hanya dilakukan untuk bagi seorang pengusaha yang ingin memulai usahanya, namun membaca peluang pasar menurut pandangan saya sendiri adalah sebagai pondasi saat kita bergelut di dunia bisnis. Karena kelihaian kita dalam membaca peluang pasar tidak hanya dilakukan untuk memulai suatu usaha, namun keahlian dalam membaca peluang usaha ini juga harus dimiliki agar kita dapat mengembangkan usaha kita (dalam hal ini barang/jasa yang kita tawarkan kepada konsumen.
Cara membaca peluang pasar sangat mudah apabila kita dapat memikirkan konsep usaha seperti apa yang akan kita jadikan usaha. Sebelum kita memulai usaha, kita harus mempertimbangkan hal penting dalam memulai usaha seperti:

  • Jenis usaha apa yang banyak diminati dikalangan masyarakat?
  • Jenis produk seperti apa yang nanti bisa laris di pasaran?
  • Target konsumen
  • Lingkungan yang bersih
  • Legalitas
  • Beresiko kecil
  • Modal

MEMANFAATKAN PELUANG PASAR PEREKONOMIAN

Peluang memang di ibaratkan seperti emas yang bernilai namun sayang jika harus dilewatkan. Jika kita ingin menjadi seorang pengusaha sukses, maka jangan sekali-kali mengabaikan peluang usaha yang ada yang sebenarnya banyak disekitar kita. Namun sayangnya peluang itu sering kali kita abaikan karena kita serasa bingung untuk memanfaatkannya, serta harus dimulai dari mana padahal peluang itu hanya datang satu kali saja.bisa saja jika kita melewatkan peluang tersebut yang menurut kita itu peluang usaha yang nice atau bagus lantas keburu diambil oleh orang lain.

Memang tidak lah mudah bagi seseorang untuk bisa memanfaatkan peluang usaha dengan cara memanfaatkannya atau mempraktekannya dalam dunia wirausaha yang sesungguhnya. Ini akan terasa berat karena selain membutuhkan ketekunan, tenaga juga modal yang jumlahnya relatif. 
Cara memanfaatkan peluang usaha :

  1. Melakukan Riset Pasar : Ya, kita perlu akan data2 mengenai pasar produk yang akan menjadi unggulan. agar produk kita bisa diterima oleh orang lain terutama masyarakat, selain itu perlunya data2 mengenai tingkat persaingan pasar, kompetisi harga, karakteristik konsumen dll,
  2. Mempersiapkan dan menyusun rencana  (market plan), mencakup target pasar produk, target pendapatan perbulan,, biaya operasional.
  3. Patuh terhadap aturan, dengan kata lain tidak melanggar aturan dari pemerintah setempat,atau melanggar norma2 yang berlaku dimasyarakat, misalnya membuka usaha minuman keras, obat-obatan terlarang.
  4. Strategi Pemasaran yang tepat sasaran.



Jika ke empat poin dasar diatas sudah kita lakukan, maka hal yang paling penting adalah mempraktekannya. Kita harus berani memulai wirausaha atas ide-ide kita sendiri  sehingga kita akan tahu peluang usaha yang sedang dijalankan adalah peluang usaha yang benar-benar bagus. Jangan pernah takut untuk memulai usaha.

MEMANFAATKAN DENGAN SEBAIK MUNGKIN BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH

Peluang pasar lebih ditujukan untuk perusahaan atau usaha kecil yang sudah berdiri dan bergerak dalam bidang usaha tertentu. Di dalam kehidupan kita sehari-hari pun banyak tercipta peluang pasar yang bisa kita manfaatkan dalam rangka mendapatkan keuntungannya. Ini beberapa contoh sederahana dari peluang pasar:

  • Lingkungan Rumah : Setiap keluarga pasti memiliki berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Peluang yang didapatkan dari segi ini yaitu kita dapat membuat sebuah warung maupun supermarket yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
  • Lingkungan Perkantoran : Di lingkungan ini begitu banyak peluang yang dimanfaatkan,bisa kita liat banyak warung makanan yang menjamur disekitar perkantoran. Ada pula banyak tempat-tempat refreshing yang dapat menghilangkan kejenuhan para pekerja kantor seperti salon,mall,dll.
  • Lingkungan Kuliah atau Sekolah : Peluang yang dapat kita baca dari lingkungan ini adalah kebutuhan para siswa maupun mahasiswa dalam menunjang pembelajaraan mereka seperti toko alat tulis,tempat fotokopian,warnet maupun warung-warung makanan.
  • Musim Hujan : Saat musin hujan mungkin pemiliki kendaraan merasa kesal dengan keadaannya jalan yang becek karena dengan begitu kendaraan mereka akan menjadi kotor dan tidak enak untuk dikendarain atau dipandang. Peluang yang dapat diambil dengan cara membuat tempat pencucian kendaraan. Sehingga meringgankan beban para pengguna kendaraan yang tidak ada waktu untuk membersihkan kendaraannya. Selain itu kita juga dapat menjual jas hujan maupun payung disekitar jalan,karena mungkin sebagaian orang selalu malas membawa 2 alat.

Dalam analisis pasar, biasanya ada beberapa komponen yang harus dianalisis dan d cermati, diantaranya dibawah ini :

  • kebutuhan dan keinginan konsumen
  • segmentasi pasar
  • target
  • nilai tambah
  • masa hidup produk
  • struktur pasar
  • persaingan dan strategi pesaing
  • ukuran pasar
  • pertumbuhan pasar
  • laba kotor
  • pangsa pasar 

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam memilih lokasi usaha adalah :

  1. Sifat bahan baku dan kemudahan mendapatkannya secara terus-menerus.
  2. Sifat produk yang dihasilkan , jarak dengan pasar, dan biaya transportasi.
  3. Pengadaan sumbver daya manusia dan tingkat sosial masyarakat.
  4. tersedianya sumber air yang memadai dan faktor lingkungan lainnya yang menunjang usaha.
  5. peraturan-peraturan setempat , fasilitas, dan kemudahan yang tersedia.


Banyak Hal yang memang harus diperhatikan jika ingin memulai usaha. namun jika dilakukan dengan sungguh sungguh dan cermat dalam melihat peluang, bukan tidak mungkin usaha yang kita mulai akan bertambah maju dan jangan lupa berinovasilah dalam berusaha agar pangsa pasar semakin meluas

REFERENSI





Senin, 30 Juni 2014

Economic Problem In Indonesia 2014

Rupiah: On a downward trend for more than two years, the rupiah's exchange value dropped below 12,000 to the US dollar in November 2013, making it the year's worst performer among Asian currencies. The driving forces behind the Rupiah's depreciation to a four-year low were the worsening trade balance and asset sales by global portfolio investors fearing that the US Federal Reserve would soon begin to reduce quantitative easing. The weaker rupiah in turn stoked imported inflation by driving up the domestic cost of imported goods and materials. The current account deficit reinforced negative sentiment about Indonesia's currency to the extent that traders appeared to disregard repeated rate hikes and other countermeasures taken by the central bank. Approaching the end of 2013 however, a growing number of experts opined that the devaluation no longer fairly reflected the economic fundamentals, which gives rise to hope that the currency might regain some strength in 2013. That said, the government appears quite willing to accept a lower Rupiah as it seeks to bolster exports; it is therefore unlikely that the currency will return to its 2011 strength any time soon.

GDP: While still strong by global comparison, Indonesia's economy has gradually slowed over the past two years. By the third quarter of 2013, annual GDP growth had declined to 5.6%, down from 6.5% in 2011. The slowdown was at first largely owed to lower global prices for key Indonesian export commodities such as thermal coal, natural rubber, gold and crude palm oil, and more recently also to slowing investment and consumption. Net exports are set to remain subdued going into 2014 amid large stockpiles of rubber and coal in China. Investors will likely remain cautious ahead of presidential elections in July, while household spending – the core pillar of Indonesia's economy – is under the cosh as consumers fret about inflation. If downward pressure on the Rupiah persists, Bank Indonesia (BI) may be compelled to raise interest rates further in early 2014, which could hurt investment and consumption in the short run. On the bright side, public spending is set to buoy GDP in 2014, as the state budget plan foresees an increase of 6.7% over 2013, largely to boost infrastructure development. The second half of the year could see brighter prospects for both investment and household spending, as inflation is expected to come back down which would allow BI to relax its monetary policy. Assuming the world economy continues to strengthen, so should global commodity prices and hence Indonesian exports.

My opinion about this articel is government should be wise in managing the financial and economic conditions in Indonesia. lack of government attention as well as many government officials are only concerned with personal interests, make the economy worse off Indonesia

My suggestion about this articel is let us at the same evoke Indonesian economy and concerned about the future of our country, let's do away with the culture of corruption in Indonesia and at the same let us awaken the Indonesian economy for a better future

5W + 1 H
1.  What happened to the economy of Indonesia?
the rupiah's exchange value dropped below 12,000 to the US dollar
2. Who is responsible for the decline in the rupiah?
because the government does not quickly take a policy
3. When the rupiah exchange value dropped below 12.000 to the US dollar/
in November 2013
4. Where this problem happen?
In indonesia
5.Why this problem happen?
because responsibility of the governnment does not quickly and Government is too complacent with the situation before
6. How can we do with problem like this
let us at the same evoke Indonesian economy and concerned about the future of our country, let's do away with the culture of corruption in Indonesia and at the same let us awaken the Indonesian economy for a better future
     

Senin, 21 April 2014

Marketing Vocabulary (50+)

1. Brand : A particular make of product

2. Consumer : The person who buys and uses a product or service

3. Cost : [cost, costed, costed] to estimate the price of making a product.

4. Develop : To create a new product or improve an existing one


5. Distribution : The delivering of products to end-users, inc. advertising, storing 

6. End-user :The person, customer etc who is the ultimate (and so real) user of a product

7. Image : The concept or perception of a firm or product held by the general public

8. Label : Small piece of paper, metal etc on a product giving information about it

9. Launch : To introduce a new product, with publicity etc

10. Mail order : The selling of goods by post

11. Market research :Study of consumers' needs & preferences, often for a particular product

12. Point of sale : The place where a product is actually sold to the public

13. Product : Something made to be sold; merchandise [includes services]

14. Public relations : Creation and maintenance of a good public image

15. Registered : Registered or officially recorded as a trademark

16. Sponsor : Firm supporting an organisation in return for adverting also 

17. S.W.O.T. : Strength, Weaknesses, Opportunities, Threats

18. Total product : The whole product, inc. name, packaging, instructions, reliability, after-sales etc

19. Trademark : Special symbol, design, word etc used to represent a product or firm

20.  After sales service : Service that continues after the sale of a product (maintenance, etc.)

21. Agent : Person or company that acts for another and provides a specified service.

22. B2B e-commerce : Business to business e-commerce use of commercial network online product catalogues and other online resources to obtain better prices and reach new customers.

23. B2C e-commerce : Business to consumer e-commerce online sale of goods and services directly to consumers.

24. Benchmarking : Comparing one's products to those of  competitors in order to improve quality and performance.

25. Buyer :1) Any person who makes a purchase, 2) A person employed to choose and buy stock for a company.

26. Cash refund offer : Offer to pay back part of the purchase price of a product to customers who send a "proof of purchase" to the manufacturer.

27. Chain store : Two or more shops or outlets that have the same owner and sell similar lines of merchandise.

28. Client : A person who buys services or advice from a lawyer, an accountant or other professional.

29. Close : Finalize a sale or deal.

30. Convenience store : Small shop located near a residential area that opens long hours, seven days a week.

31. Coupon : Certificate that gives customers a saving when they purchase a specific product.

32. Deal : A business transaction.

33. Department store : A large shop or store that carries a wide variety of product lines.

34. Direct investment  : Entering a foreign market by setting up assembly or manufacturing facilities in that country.

35. Discount : A reduction in price.

36. E-commerce : Buying and selling by electronic means, primarily on the internet.

37. E-marketing : Promotion of products and services over the internet.

38. Extranet : Network that connects a company with its suppliers and distributors

39. Follow-up : Maintain contact after the sale to ensure customer satisfaction.

40. Franchise : Association between a manufacturer or wholesaler (franchiser) and an independent business person (franchisee) who buys the right own and operate a unit in the franchise system.

41. Guarantee : A promise that product will be repaired or replaced if faulty.

42. Intranet : A network that connects people to each other within a company.

43. Joint venture : A way of entering a foreign market by joining with a foreign company to manufacture or market a product or service.

44. Market leader  : The company with the largest market share in an industry.

45. Mark up : Percentage of the price added to the cost to reach a selling price.

46. Opinion leader : Person with a reference, who, because of competence, knowledge, or other characteristics, exerts influence on others.

47. Packaging : Designing and producing the container or wrapper for a product.

48. Product line : A group of products that are closely related.

49. Prospect : A potential customer.

50. Representative : A person who represents and sells for a company.

51. Retail : To sell in small quantities, as in a shop, directly to customers.

52. Shopping centre : Group of shops developed and managed as a unit.

53. Telephone marketing : Using the telephone to sell directly to customers.

54. Trade fair : An exhibition at which companies in a specific industry can show or demonstrate their products.

55. Viral marketing : The internet version of word-of-mouth marketing - email messages that customers pass on to friends.

56. Wholesale : To sell goods and services to those buying for resale

REFERENSI




http://www.learn-english-today.com/business-english/marketing-sales-vocabulary.html

Direct and Indirect speech

Introduction.
There two ways to convey a message of a person, or the words spoken by a person to other person.

1.      Direct speech
2.      Indirect speech

Suppose your friend whose name is John tells you in school, “I will give you a pen”. You come to home and you want to tell your brother what your friend told you. There are two ways to tell him.

Direct speech: 
John said, “I will give you a pen”.
Indirect Speech: John said that he would give me a pen.

In direct speech the original words of person are narrated (no change is made) and are enclosed in quotation mark. While in indirect speech some changes are made in original words of the person because these words have been uttered in past so the tense will change accordingly and pronoun may also be changed accordingly. In indirect speech the statement of the person is not enclosed in quotation marks the word “that” may be used before the statement to show that it is indirect speech.  Indirect speech is also called reported speech because reported speech refers to the second part of indirect speech in which something has been told by a person.
Reporting verb: The verb first part of sentence (i.e. he said, she said, he says, they said, she says,) before the statement of a person in sentence is called reporting verb.
Examples. In all of the following example the reporting verb is “said”.

He said, “I work in a factory” (Direct speech)

He said that he worked in a factory.(Indirect speech)

They said, “we are going to cinema”(Direct speech)

They said that they were going to cinema.(Indirect speech)

Reported Speech. The second part of indirect speech in which something has been told by a person (which is enclosed in quotation marks in direct speech) is called reported speech. For example, a sentence of indirect speech is, He said that he worked in a factory. In this sentence the second part “he worked in a factory” is called reported speech and that is why the indirect speech as a whole can also be called reported speech.

Fundamental rules for indirect speech.

  1.  Reported speech is not enclosed in quotation marks.
  2.  Use of word “that”: The word “that” is used as a conjunction between the reporting verb and reported speech.
  3.  Change in pronoun: The pronoun (subject) of the reported speech is changed according to the pronoun of reporting verb or object (person) of reporting verb (first part of sentence). Sometimes the pronoun may not change.
In following example the pronoun of reported speech is “I” which will be changed in indirect speech into the pronoun (Subject) of reporting verb that is “he”.

Example.

Direct speech: 
He said, “I am happy”

Indirect Speech:
 He said that he was happy.

Direct speech: 
I said to him, “you are intelligent”

Indirect Speech : I said him that he was intelligent.
(“You” changed to “he” the person of object of reporting verb)

1. Change in time: Time is changed according to certain rules like now to then, today to that day, tomorrow to next day and yesterday to previous day.

Examples.
Direct speech: He said, “I am happy today”
Indirect Speech: He said that he was happy that day.
  1. Change in the tense of reported speech: If the first part of sentence (reporting verb part) belongs to past tense the tense of reported speech will change. If the first part of sentence (reporting verb part) belongs to present or future tense, the tense of reported speech will not change.
Examples.
Direct speech: He said, “I am happy”

Indirect Speech: He said that he was happy. (Tense of reported speech changed)

Direct speech: He says, “I am happy”

Indirect Speech: He said that he is happy. (Tense of reported speech didn’t change)

REFERENSI